{"id":4301,"date":"2021-06-12T08:00:00","date_gmt":"2021-06-12T01:00:00","guid":{"rendered":"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/?p=4301"},"modified":"2021-06-12T08:00:00","modified_gmt":"2021-06-12T01:00:00","slug":"fisib-utm-13-tahun-quo-vadis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/fisib-utm-13-tahun-quo-vadis\/","title":{"rendered":"FISIB UTM 13 Tahun, Quo Vadis?"},"content":{"rendered":"<p><em>Refleksi, Retropeksi, dan Revitalisasi Peran Civitas Academica<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Waktu bergerak begitu cepat dan perubahan lingkungan kian kompleks. Perubahan itu juga tidak mudah diikuti dengan dengan cara biasa dan normal. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa pola-pola lama akan bisa bertahan. Bahkan pada akhirnya banyak yang harus hancur karena gagal berdaptasi, tidak lagi bisa bertahan dan eksis. Namun, sebagaimana pernah dikatakan Abraham Lincoln bahwa cara terbaik untuk mengendalikan dan mengontrol perubahan itu ya dengan menciptakan perubahan itu sendiri. Maksudnya perubahan itu adalah sebuah keniscayaan, ia datang untuk dihadapi dan tidak untuk dihindari. Kita harus percaya diri, bisa adaptif, tidak lari, ngumpet dan menghindar, tetapi justru menjadikan momentum itu untuk proaktif. Jika kita ingin unggul dan menang kompetisi maka kita harus bisa memanfaatkan peluang dan mengeksplorasi keunggulan guna memeroleh keuntungan atas perubahan itu. <\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p> Situasi tidak menentu dan cenderung kompleks ini kerap disebut oleh para ahli sebagai situasi \u00a0VUCA [<em>volatility<\/em> (volatilitas), <em>uncertainty<\/em> (\u200bketidakpastian), <em>complexity<\/em> (kompleksitas), dan <em>ambiguity<\/em> (ambiguitas)]. Perubahan berlangsung sangat cepat dan cenderung tidak bisa ditebak dan dikendalikan. Hal ini jelas menuntut tindakan dan kepemimpinan yang tidak biasa. Perlu kepemimpinan <em>out of the box<\/em> yang bisa bergerak lincah, bisa berimprovisasi dan mengembangkan daya kreatif-dinamis sehingga bisa mengikuti, selaras dengan trend perubahan VUCA tadi dengan baik dan efektivisien. Pola kepemimpinan situasional sungguh amat relevan dalam situasi ini, terlebih dalam konteks pandemi yang memiliki banyak keterbatasan. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/a.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4302\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p> Patut di syukuri, <em>Alhamdulillah, \u00a0<\/em>Gerak langkah FISIB-UTM sudah berada dalam jalur positif <em>on the track<\/em>. Prestasi ini akan terus kita jaga agar bisa dan selalu <em>on the track<\/em> dan bisa bergerak menuju masa depan lebih akseleratif dan progresif. Fakultas dan perangkatnya tidak lagi sekadar menjalankan dan mengikuti rutinitas <em>an sich<\/em>, tetapi lebih banyak di ikhtiarkan dalam gerak aktivitas strategis-dinamis yang di <em>direct<\/em> oleh visi dan misi yang mengerakkan. Bergiat yang memberi inspirasi dan semangat berinovasi. Bertindak dalam semangat kreasi-inovasi bersama-sama berkelanjutan. Aktivitas memberdayakan yang punya roh, bisa masuk dalam pikiran dan gerak langkah tindakan warga kampus sehingga bisa menjadi barisan pengerak-pengerak perubahan kampus lebih massif. Tentu saja harapannya partisipasi massif tersebut dapat merubah wajah fisib sebagai kampus pro-perubahan, pro-lingkungan, inklusif-progresif-humanis. Kampus responsif yang bisa beradaptasi dengan cepat sebagai kampus visioner. Dengan keterbukaan akses dan partisipasi massif civitas academica tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah perubahan positif. <\/p>\n\n\n\n<p> Menghadirkan kampus yang bisa menumbuhkan energi positif jelas bukan perkara mudah mengingat semua pihak memiliki kepentingan sendiri sendiri yang tentu saja bisa berbeda-beda. Apalagi dalam konteks kampus negara berkembang dimana kesejahteraan kadang masih problematik, rata-rata warga masih banyak yang belum selesai dengan urusan sendiri, dan juga banyak yang belum bisa <em>move on<\/em> untuk kepentingan publik<em> (peran khalifah ummati-ummati)<\/em>. Ikhtiar menuju peran kepublikan tersebut jelas visioner. Pilihan menjadi akademisi publik terdengar jelas ber-<em>tone<\/em> idealis, tetapi itu sesungguhnya itu adalah jalan luhur bagi civitas academica. Pilihan sebagai akademisi publik akan memperjuangkan dan memosisikan elan-vital peran kampus sebagai mercuar bagi masyarakat, memberi jalan terang bagi lingkungannnya.  <\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini sinergi,\nkolaborasi, bergandengan tangan akan jauh lebih bermakna daripada kompetisi dan\nkonfliktual. Kita butuh kompas jalan bersama yang komprehensif, dan peta haluan\nyang lebih terang benderang menerangi jalan bersama. Kampus fisib-utm harus\ntumbuh menjadi taman persemaian ide dan gagasan-gagasan progresif solutif yang\nbisa menyelesaikan dan membantu masyarakat dan lingkungannya agar bisa keluar\ndari berbagai kesulitan dan problematika yang dihadapi. Kampus fisib-utm harus\ntetap hadir sebagai menara air dan menara suar yang bisa menerangi langkah\nlingkungan dan masyarakat lebih terang dan kongkrit guna menguatkan harapan dan\nkeyakinan masyarakat untuk bangkit dan berkembang maju.<\/p>\n\n\n\n<p>Belajar dan memberi\nsolusi adalah peta jalan baik bagi revitalisasi peran kampus. Bertindak\nkongkrit memberi solusi bagi masyarakat adalah pilihan masuk akal dalam situasi\nini. Semua energi bangsa jelas tersedot banyak untuk mengatasi bahaya pandemi.\nMenurut pendapat saya masyarakat kampus (fisib-utm) juga tidak bisa berdiam diri,\nberpangku tangan, asyik-masyuk dengan kepentingan diri sendiri. Namun, kampus\nharus proaktif agar bisa mengambil peran aktif untuk ikut serta memberi solusi\nmutakhir untuk masyarakat dan lingkungannya dalam berbagai bentuk aksi sesuai\ndengan kajian dan wilayah studinya. Berkolaborasi menuju kampus berdaya\nmenyambut ilmu pengetahuan yang sudah <em>multidisipliner,\ntransdisipliner<\/em> yang membutuhkan kecakapan <em>multitasking<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mindset\ncivitas academica yang merdeka kiranya perlu kembali ditegaskan sebagai bentuk\neksplorasi essensial atas segala bentuk kemerdekaan cita, karsa dan cipta\ncivitas academica. Berbagai bentuk peraturan tidak boleh mengekang dan menghilangkan\nroh esensial ini agar civitas academica bisa mendapatkan kebebasan esensial\nguna meningkatkan potensi dan kapasitas diri mereka masing-masing. Orientasi\nberdaya, produktif, dan positif. &nbsp;Hal ini\njelas ada terkait erat dengan &nbsp;karakter\nkelimpahan positif. Energi ini yang ingin digerakkan dan diciptakan agar saldo\nenergi positif tetap surplus dan tetap bisa bertahan dalam segala bentuk perubahan\nprahara zaman. Mental kelimpahan amat sangat diandalkan dalam situasi itu\nsebagai medium persemaian ide gagasan agar daya kreativitas civitas academica\nbisa tumbuh dengan baik dari waktu ke waktu secara berkelanjutan. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/b.jpg\" alt=\"Description: C:\\Users\\fisib 2019\\Pictures\\aa desain\\a3.jpg\" class=\"wp-image-4303\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam dinamika dan gerak aktivitas tata kelola kampus tidak boleh juga\ndilakukan cara-cara instans-pragmatis. Pengembangan fisib harus dibangun atas\ndasar tata nilai yang kuat dan menjanjikan yakni dengan menguatkan modal\nkejujuran dan integritas warga fisib, khususnya yang berada dalam jajaran\nstruktural. Zona integritas diyakini bisa membuat tata kelola lebih baik dan menciptakan\natmosfir trust, unggul, dan menginspirasi sebagai daya dorong kemajuan kampus.\nSemangat untuk memberi lebih tidak sekadar berhenti kepada pemenuhan kewajiban,\ntetapi lebih jauh dari itu berbakti-<em>giving\nback (beyond),<\/em> &nbsp;bisa memberi lebih\nbaik kepada liyan, lembaga, dan masyarakat. Tidak selalu menuntut, tetapi lebih\nbanyak memberi. Mental bersyukur dan mengembangkan pandangan positif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan\nrutinitas, kita tidak sekadar menjalankan apa&nbsp;\nyang sudah ada, tetapi juga membuat nilai tambah agar punya daya gerak\nlebih, arahnya kian fokus dan bisa memberi impact lebih besar.&nbsp; Tujuannya agar fisib-utm bisa lebih cepat\nmendapat pengakuan publik. Portofolio publik akan sangat relevan karena ke\ndepan aktreditasi institusi akan banyak ditentukan stakeholders dan publik\nsebagai pengguna <em>(users)<\/em>. Energi\nkampus selain diarahkan untuk memperkuat portofolio adminatratif internal juga\nperlu didorong untuk bisa diarahkan untuk go publik agar kian mendapat\npengakuan tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Semua warga fisib-utm\nharus didorong menjadi lokomotif perubahan untuk bisa mengembangkan diri,\nmemberi karya dan prestasi pada lembaga. Hal ini penting untuk akselerasi\nkarena organisasi tidak bisa hanya &nbsp;digerakkan dari atas. Selain ikhtiar model itu\nselalu butuh waktu yang lama dan juga akan terus memberatkan, tetapi harus juga\ndigerakkan dari bawah agar bisa akseleratif. Semua harus menjadi lokomotif\nperubahan. Situasi dan semangat kebersamaan dan saling menguatkan dalam konteks\nitu menjadi hal penting agar atmosfir prestatif di fisib-utm dapat ditumbuhkembangkan.\nSemua elemen mulai dari <em>cleaning service,\nsatpam, office boy <\/em>hingga profesor-guru besar sejatinya berada dalam posisi\nyang sama sebagai penggerak kampus. Dalam hal ide dan pengembangan fakultas ide-ide\nperubahan bisa digali dari semua kalangan dan lapisan. Bagi ide-ide progresif\ndiberi apresiasi dan insentif agar bisa mendorong iklim kompetisi ide berkemajuan\ndari siapapun dan kapanpun. <\/p>\n\n\n\n\n\n<p>Krisis dan pandemi jelas memberi\ntantangan yang tidak mudah dan kompleks. Penguatan nilai virtue di masa krisis\njelas akan banyak menghadapi dilema etik. Oleh karena itu harus ada literasi etik\nyang kuat agar bisa memberi penguatan, khususnya kemampuan adaptasi dan\nresiliensi. Tentu saja karena datangnya pandemi mendadak, kita semua menjadi tergagap\ngagap tanpa menyiapkan segala sesuatunya lebih baik. Hal ini harus menjadi\npelajaran dan sebagai <em>best practice<\/em>.\nPeristiwa pandemi ini harus menjadi pelajaran agar kita cermat membaca sejarah,\nbisa antisipatif, mampu membaca kecenderungan dan bisa membuat strategi\nmenghadapi perubahan lebih baik. Salah satu bentuk terobosan yang menurut saya visioner\nadalah penyiapan fasilitas infrastruktur multimedia sebagai perangkat pendidikan\ndan pelayanan daring. Platform <em>e-digital<\/em>\nharus segera mendapat perhatian dan juga dikembangkan secara serius mengingat\nkondisi pandemi belum akan berakhir dalam waktu dekat. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/c.png\" alt=\"Description: C:\\Users\\fisib 2019\\Pictures\\aa desain\\a2.jpeg\" class=\"wp-image-4304\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kita akan tetap setia dan konsisten mengembangkan tridharma sebagai inti\n<em>(core)<\/em> dari aktivitas utama perti\nkita. Kita harus bisa mengelola fakta menjadi energi perubahan positif prestatif\nagar bisa mematik daya beri-partisipasi semua kalangan. Budaya memberi dan\nmencipta karya harus terus didorong dan diberikan ruang yang lebih luas agar bisa\nmengalir dalam darah civitas avademica sebagai pengerak inovasi-kreasi.\nPendampingan dan pengawasan di fokuskan lebih pendek <em>day to day, check on the spot <\/em>agar mindset civitas academica lebih\nterbuka dan terasah lebih kritis dan produktif sepanjang hari dan sepanjang\nwaktu. Kita juga akan terus menguatkan daya kompetisi yang membuat fisib kian\ndiperhitungkan dalam posisi secara kelembagaan dan juga individual. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu sebagai\nwujud pengabdian, respek, dan penghargaan, Fisib-UTM juga akan tetap setia\nmengembangkan dan mendorong masyarakat Madura untuk maju dan berkembang\nberbasis potensi dan kearifan lokal secara berkelanjutan. FISIB akan terus\nberjuang untuk meningkatkan literasi masyarakat Madura baik dibidang sosial,\nekonomi, maupun teknologi. Fisib akan tetap menjadi kampus pro-kerakyataan, pro-lingkungan\ndan kampus inklusif-humanis. Tugas FISIB-UTM adalah meyakinkan kepada\nmasyarakat Madura agar terus memperkuat literasi pengetahuan dan informasi.\nMasyarakat Madura yang percaya kepada ilmu pengetahuan dan science, percaya\nkepada teknologi sebagai bagian dari upaya memperkuat masyarakat Madura religius\nyang madani-madurawi. <\/p>\n\n\n\n<p>Jalan ke depan bagi\nFISIB-UTM jelas tidak mudah. Jalan akan kian terjal, kian sulit dan menantang. Kata\nkunci untuk menghadapi semua itu ada pada pengembangan kapasitas individual\nwarga fisib dan kelembagaan. Ikhtiar MBKM (merdeka belajar-kampus merdeka)\nharus diarahkan pada &nbsp;penguatan kreativitas,\ninovasi, kolaborasi, resiliensi dan prestasi. Mahasiswa harus didorong menjadi\nmahasiswa pengerak, socio-enterpreneur, dan juga inspirator masyarakat. Mereka\nharus punya kompetensi plus yang bisa diandalkan menjadi agen perubahan.\nSebagai agen perubahan dan akselerator di masyarakat.&nbsp; Mahasiswa fisib-utm harus bisa bekerja\nmandiri, menciptakan lahan dan medan kerja sebelum mereka lulus dari kampus.\nPara karyawan dan dosen mendapatan kesejahteraan yang mapan guna menunjang\nperan optimum mereka sebagai pengerak perubahan kampus. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Last but not least,<\/em> saya mengucapkan terima kasih\nkepada Pak Rektor dan Jajaran Pimpinan di Rektorat atas semua bimbingan dan\narahannya kepada kami civitas academica fisib-utm. Disamping adanya kemajaun\ndan perkembangan saya juga menyadari masih adanya kekurangan selama memimpin\nfakultas. Untuk itu dalam kesempatan Milad XIII &nbsp;ini saya juga menyampaikan permohonan maaf. Untuk\nsemua warga dan civitas academica fisib, teruskan berjuang, dan niatkan semua\nbentuk aktivitas itu sebagai medan juang dan ibadah. Semoga ke depan fisib-utm akan\nlebih baik dan semua akan menjadikan fisib ini sebagai rumah bersama yang indah\ntempat menabur berbagai gagasan dan ide progresif perubahan positif guna\nmembangun peradaban masyarakat lebih baik, lebih positif. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Selamat Milad<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Selamat Harlah<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Selamat Dies Natalis<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kampus FISIB-UTM ke-13 fisib <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tahun 2021<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Semoga Allah SWT, Tuhan YME dan segala bentuk kebaikan\nselalu membimbing langkah kita bersama dalam membangun fisib menjadi lebih baik\ndari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/c.jpg\" alt=\"Description: C:\\Users\\fisib 2019\\Pictures\\aa desain\\a4.jpg\" class=\"wp-image-4305\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Amin 3x Ya Robbal Alamiin<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wallohu muwafiq ila aqmamit thariq <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Billahitaufiq wal hidayah<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ihdinas Syirotol Mustaqim<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Summassalamualaikum wr.wb <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;<em>FISIB Campus all for people<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Make it happen<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kampus Telang Sore Hari<\/p>\n\n\n\n<p><em>Surokim Abdus Salam<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Dekan FISIB-UTM<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Download : <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-file\"><a href=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/FISIB-UTM-13-Tahun-Catatan-Dekan-FISIB-UTM-2021.pdf\">FISIB-UTM-13-Tahun-Catatan-Dekan-FISIB-UTM-2021<\/a><a href=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/FISIB-UTM-13-Tahun-Catatan-Dekan-FISIB-UTM-2021.pdf\" class=\"wp-block-file__button\" download>Unduh<\/a><\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-file\"><a href=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Refleksi-Dies-XIII-Dekan-FISIB-UTM.pdf\">Refleksi-Dies-XIII-Dekan-FISIB-UTM<\/a><a href=\"http:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Refleksi-Dies-XIII-Dekan-FISIB-UTM.pdf\" class=\"wp-block-file__button\" download>Unduh<\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Refleksi, Retropeksi, dan Revitalisasi Peran Civitas Academica Waktu bergerak begitu cepat dan perubahan lingkungan kian kompleks. Perubahan itu juga tidak mudah diikuti dengan dengan cara biasa dan normal. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa pola-pola lama akan bisa bertahan. Bahkan pada akhirnya banyak yang harus hancur karena gagal berdaptasi, tidak lagi bisa bertahan dan eksis. [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":4313,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[567],"class_list":["post-4301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dies-natalies"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4301"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4301\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisib.trunojoyo.ac.id\/fisib_en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}