Pelatihan Peer Counselor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya UTM

Bangkalan, 06 Agustus 2024. Psycopresso sebagai unit konseling mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojo

yo Madura, sukses menyelenggarakan pelatihan peer counselor. Acara yang diselenggarakan pada 6 Agustus 2024 ini bertempat di ruang rapat lantai 2 FISIB. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa FISIB dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi konselor sebaya yang efektif.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Hera Wahyuni, S.Psi., M.Psi, Psikolog selaku ketua psycopresso. Dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik konseling oleh Dr. Primatia Yogi Wulandari, S.Psi., M.Si., Psikolog selaku ketua departemen psikologi Universitas Airlangga dan dimoderatori oleh Rezkiyah Rosyidah, M.Psi.,Psikolog.

Selama pelatihan para peserta diajarkan terkait konsep serta keterampilan dasar konseling, yakni attending dan listening. Memiliki kemampuan attending behavior dapat mendorong teman sebaya untuk berbicara dan terbuka tentang masalah yang dihadapi, sebab mereka merasa diterima dan didengarkan. Sedangkan kemampuan listening mencakup keterampilan bertanya, mengamati, merefleksikan perasaan, encouraging, paraphrasing yakni mengulang kembali apa yang teman sebaya sampaikan dengan menggunakan kalimat yang berbeda, dan summarizing atau merangkum poin-poin dari konseling yang telah berlangsung.

Acara dilanjutkan dengan praktik konseling. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok beranggotakan 3 orang. Mereka dibebaskan untuk menentukan perannya masing-masing, yakni sebagai observer, conselor dan conselee. Dalam waktu 10 menit conselee menceritakan permasalahan yang dihadapi, conselor bertugas aktif berinteraksi dengan conselee dan memberikan tanggapan. Sementara observer bertugas untuk mengamati detail ekspresi dan pergerakan yang dilakukan conselee saat bercerita maupun respon yang diberikan oleh conselor saat konseling berlangsung.

Acara ini berhasil mendapat respon positif dari peserta. Materi yang kompleks berhasil disampaikan dengan sangat menarik. Tak lupa diskusi interaktif antar peserta dan pemateri juga berlangsung, baik saat pemaparan materi maupun pasca praktik konseling.

Pelatihan peer counselor ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terkait pentingnya kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Sekaligus memberikan sumber daya atau dukungan yang mudah diakses oleh teman sebaya yang memerlukan bantuan. Dengan tetap memegang prinsip untuk menjaga kerahasiaan, kepercayaan, serta memberikan rasa aman bagi teman sebayanya. Acara ini dapat menambah langkah positif dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, ramah, dan mendukung kesehatan mental seluruh mahasiswa.