Program Studi Sosiologi FISIB UTM mengadakan webinar series: “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama
Bangkalan, 02 Oktober 2025 – Laboratorium Rekayasa Sosial, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan webinar series “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” dengan mengusung tema “Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama”. Kegiatan ini dilakukan secara DARING (Dalam Jaringan) atau online dalam zoom meeting, dengan audiens dosen sosiologi […]
Program Studi Sosiologi FISIB UTM mengadakan webinar series: “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama
Bangkalan, 02 Oktober 2025 – Laboratorium Rekayasa Sosial, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan webinar series “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” dengan mengusung tema “Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama”. Kegiatan ini dilakukan secara DARING (Dalam Jaringan) atau online dalam zoom meeting, dengan audiens dosen sosiologi […]
Program Studi Sosiologi FISIB UTM mengadakan webinar series: “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama
Bangkalan, 02 Oktober 2025 – Laboratorium Rekayasa Sosial, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan webinar series “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” dengan mengusung tema “Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama”. Kegiatan ini dilakukan secara DARING (Dalam Jaringan) atau online dalam zoom meeting, dengan audiens dosen sosiologi […]
Program Studi Sosiologi FISIB UTM mengadakan webinar series: “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama
Bangkalan, 02 Oktober 2025 – Laboratorium Rekayasa Sosial, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kegiatan webinar series “EMPOWERMENT AND COMMUNITY” dengan mengusung tema “Masyarakat Multikulturalisme : Tradisi dan Institusi Agama”. Kegiatan ini dilakukan secara DARING (Dalam Jaringan) atau online dalam zoom meeting, dengan audiens dosen sosiologi dan mahasiswa sosiologi FISIB UTM. Kegiatan ini dibuka oleh MC Siti Rohmah, mahasiswa sosiologi FISIB UTM anggkatan 2022, selanjutnya sambutan oleh Alfan Biroli S.Pd., M.Si. selaku Dosen Sosiologi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai cross culture, peserta memahami pentingya cross culture, memahami cross culture dalam interaksi tradisi keagamaan, tradisi keagamaan dalam konteks masyarakat majemuk. Kegiatan ini dipandu oleh M. Afifuddin S.sos., M.A. Selaku Dosen Sosiologi UTM yang bertindak sebagai moderator untuk menjaga alur diskusi agar berjalan dengan lancar dan interaktif.
Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Masitah Effensi M.Sosio. selaku Dosen Sosiologi UINSA, menyampaikan Cross culture merupakan fenomena yang terjadi ketika dua atau lebih budaya yang berbeda berinteraksi dalam sebuah masyarakat. Hal ini termasuk pertukaran ide, nilai, praktik, dan tradisi antar kelompok budaya yang berbeda. Dalam konteks keagamaan, cross culture merujuk pada interaksi antara tradisi-tradisi keagamaan yang berbeda yang berkembang dalam satu komunitas. Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, agama, dan bahasa. Persoalan keberagaman agama seringkali menjadi potensi integrasi sekaligus sumber konflik. Dengan memahami cross culture, mahasiswa belajar memandang realitas sosial keagamaan tidak secara sekedar hitam-putih, tetapi dengan pendekatan interaksi, negosiasi, dan transformasi. Maka konsep dasar cross culture adanya encounter (pertemuan), exchange (pertukaran) transformation (perubahan atau adaptasi).
Dalam salah satu pemaparannya, Masitah Effensi M.Sosio. memberikan contoh konkret adanya konsep cross culture dalam kehidupan sehari-hari seperti open house ketika perayaan Idul Fitri umat islam maka, tetangga umat Kristen/Katolik ikut hadir, sebaliknya jika terdapat perayaan agama Kristen/Katolik seperti perayaan Natal maka, umat Muslim ikut menyiapkan paduan suara atau dekorasi. Hal ini sebagai bentuk toleransi beragama dengan catatan selama tidak berurusan dengan akidah dan kepercayaan maka solidaritas dan toleransi pada masyaarakat majemuk sangat diperlukan supaya tidak menimbulkan perpecahan hingga konflik.
Kegiatan ini juga menjelaskan, teori yang dikemukakan Clifford Geertz. Menurut Clifford Geertz, agama dipahami sebagai sebuah sistem simbol yang berfungsi untuk menciptakan makna dan menata pengalaman hidup manusia. Simbol-simbol agama membantu masyarakat memahami dunia serta memberi arah bagi tindakan sosial dan moral mereka. Dalam konteks slametan di Jawa, Geertz melihatnya sebagai simbol lintas iman, yaitu tradisi yang mengandung nilai religius, sosial, dan kultural yang dapat diikuti oleh berbagai kelompok keagamaan. Slametan bukan hanya ritual keagamaan sempit, melainkan ekspresi simbolik yang memperkuat rasa kebersamaan, harmoni sosial, dan solidaritas antarwarga tanpa memandang perbedaan agama
Kegiatan webinar series berlangsung sangat interaktif dengan adanya sesi tanya jawab, para peserta dalam hal ini – mahasiswa sosiologi menyampaikan pertanyaan, salah satunya mengenai bagaimana agama bisa beradaptasi dengan modernisasi tanpa merubah tradisi yang ada. Pemateri menaggapi, bahwasannya agama dapat pula beradaptasi dengan dunia modern digitalisasi seperti kitab suci yang sudah virtual tanpa memegang fisiknya langsung, kita sudah dapat membacanya akan tetapi, dengan adanya adaptasi ini kita tetap mempertahankan tradisi yang sudah ada, dengan membaca kitab suci secara lansung tanpa terpaku pada perubahan yang terjadi. Selanjutnya pemaparan materi ditutup degan kesimpulan yang disampaikan moderator M. Afifuddin S.sos., M.A.
Koordinator Laboratorium Rekayasa Sosial Program Studi Sosiologi FISIB UTM Yuliana Windi Sari, S.Sos, M. Sosio. meyampaikan terimakasih kepada Masitah Effensi M.Sosio. selaku pemateri yang telah membagikan pengetahuan baru bagi mahasiswa sosiologi UTM, dengan harapan semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan dan bekal referensi untuk topik judul skripsi yang nantinya akan ditempuh disemester akhir, semoga semakin bervariatif dan bermanfaat bagi kedepannya.